Latihan Nafas untuk Mengatasi Cemas dan Menenangkan Diri Saat Tertekan
Updated: Sep 10
Rasa cemas dan tertekan adalah hal yang wajar. Namun, jika dibiarkan, tubuh dan pikiran bisa terasa sangat lelah. Salah satu cara sederhana namun efektif untuk menenangkan diri adalah dengan latihan nafas. Teknik ini bisa dilakukan di mana saja, tanpa alat, dan hanya butuh beberapa menit.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan nafas pelan dan teratur dapat menurunkan detak jantung, menurunkan kadar hormon stres, dan membantu mengaktifkan sistem saraf yang dapat membuat tubuh lebih rileks (Jerath et al., 2015; Zaccaro et al., 2018).

Mengapa Latihan Nafas Membantu Saat Cemas?
Saat cemas atau tertekan, tubuh biasanya masuk ke mode “siaga”:
Nafas menjadi pendek dan cepat
Detak jantung meningkat
Otot terasa tegang
Pikiran sulit fokus
Latihan nafas membantu “mengirim sinyal” ke otak bahwa situasi aman, sehingga tubuh perlahan beralih ke mode tenang. Beberapa manfaatnya:
Menurunkan ketegangan fisik
Membantu pikiran lebih jernih
Membantu tidur lebih nyenyak
Membantu mengelola gejala cemas jangka panjang (Ma et al., 2017)
Persiapan Sebelum Latihan Nafas
Sebelum mulai, lakukan beberapa hal sederhana:
Cari posisi nyaman: duduk tegak di kursi atau bersandar, atau berbaring jika memungkinkan.
Lepaskan hal yang mengganggu: jauhkan ponsel sejenak, atur notifikasi ke mode senyap atau melonggarkan pakaian
Perhatikan postur/bagian tubuh: punggung tegak namun tetap rileks (atau sambil tiduran juga boleh), bahu tidak terangkat, rahang tidak mengatup kencang
Niatkan latihan sebagai “jeda”: katakan dalam hati: “Sekarang saya memberi waktu sebentar untuk menenangkan diri.”
Latihan Nafas Perut (Diaphragmatic Breathing)
Latihan ini membantu mengaktifkan sistem saraf yang menenangkan tubuh.
Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut.
Tarik nafas pelan melalui hidung selama 4 hitungan.
Rasakan perut mengembang, tangan di perut ikut terdorong.
Usahakan dada tidak terlalu banyak bergerak.
Tahan nafas sebentar selama 1–2 hitungan (jika nyaman).
Hembuskan nafas perlahan melalui mulut selama 6 hitungan.
Bibir bisa sedikit dimonyongkan seperti sedang meniup lilin.
Rasakan perut perlahan mengempis.
Ulangi selama 2–5 menit atau seperlunya (amati rasa cemas/tertekan yang dirasakan).
Jika muncul pusing ringan di awal, kurangi durasi hitungan dan lakukan lebih pelan.
Kapan Sebaiknya Latihan Nafas Dilakukan?
Latihan nafas bisa dilakukan:
Saat mulai merasa cemas atau tegang
Sebelum tidur, untuk membantu tubuh lebih rileks
Sebelum situasi yang memicu stres (misalnya presentasi, wawancara, atau sesi penting)
Secara rutin, misalnya 2–3 kali sehari, meskipun tidak sedang cemas
Latihan yang dilakukan secara rutin cenderung memberikan manfaat jangka panjang yang lebih baik untuk regulasi emosi dan stres (Ma et al., 2017).
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Latihan nafas adalah alat bantu yang sederhana dan bermanfaat, tetapi bukan pengganti bantuan profesional. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional jika:
Rasa cemas muncul hampir setiap hari dan mengganggu aktivitas
Sulit tidur dalam waktu lama karena pikiran yang berputar
Muncul keluhan fisik berulang (misalnya sakit kepala, nyeri dada, sesak) yang sudah diperiksa medis namun tetap berlanjut
Merasa kewalahan dan sulit mengendalikan kekhawatiran
Pendampingan profesional dapat membantu memahami akar masalah dan menyusun strategi yang lebih menyeluruh, termasuk latihan nafas sebagai bagian dari rencana penanganan.
Penutup
Latihan nafas adalah langkah kecil yang bisa memberi dampak besar. Dengan meluangkan beberapa menit setiap hari untuk bernafas dengan sadar, kamu sedang memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari tekanan.
Jika kamu merasa perlu berdiskusi lebih jauh tentang kecemasan yang kamu alami, kamu bisa mempertimbangkan untuk menjadwalkan sesi konseling dengan profesional yang kamu percaya.
Referensi Tulisan
Jerath, R., Edry, J. W., Barnes, V. A., & Jerath, V. (2015). Physiology of long pranayamic breathing: Neural respiratory elements may provide a mechanism that explains how slow deep breathing shifts the autonomic nervous system. Medical Hypotheses, 85(3), https://doi.org/10.1016/j.mehy.2006.02.042
Ma, X., Yue, Z.-Q., Gong, Z.-Q., Zhang, H., Duan, N.-Y., Shi, Y.-T., Wei, G.-X., & Li, Y.-F. (2017). The effect of diaphragmatic breathing on attention, negative affect and stress in healthy adults. Frontiers in Psychology, 8, 874. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.00874
Zaccaro, A., Piarulli, A., Laurino, M., Garbella, E., Menicucci, D., Neri, B., & Gemignani, A. (2018). How breath-control can change your life: A systematic review on psychophysiological correlates of slow breathing. Frontiers in Human Neuroscience, 12, 353. https://doi.org/10.3389/fnhum.2018.00353



Comments