top of page

5 Tips Menjaga Kesejahteraan Mental

Gambar penulis: Fahmi Taufikurrahman Badruzzaman
Fahmi Taufikurrahman Badruzzaman
1 Sep
4 menit membaca

Halo, apa kabar? :)


Di tahun 2026 ini, penting bagi kita punya mindset bahwa menjaga kesejahteraan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kesejahteraan mental yang baik membantu kita lebih tenang, fokus, dan mampu menghadapi tantangan hidup sehari‑hari (World Health Organization, 2022).


Nah, berikut lima tips sederhana yang bisa mulai kamu terapkan di sehari-hari agar kesehatan atau kesejahteraan mental tetap terjaga!


Eye-level view of a serene landscape with a calm lake and surrounding trees


1. Kenali dan terima emosi yang kamu rasakan

Banyak orang terbiasa menekan emosi, misalnya dengan berkata “ah, aku lebay”, “harusnya aku kuat”, atau "aku gaboleh sedih!". Padahal, mengenali dan menerima emosi adalah langkah awal untuk mengelolanya dengan sehat.


Coba luangkan beberapa menit setiap hari untuk bertanya pada diri sendiri:

  • “Apa yang sedang aku rasakan?”

  • “Di bagian tubuh mana aku merasakannya?”


Pendekatan ini sejalan dengan praktik mindfulness yang terbukti dapat menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis (Goldberg et al., 2018; Gu et al., 2023).


2. Bangun rutinitas harian yang seimbang

Rutinitas yang teratur membantu otak merasa lebih aman dan terprediksi.

Usahakan ada waktu untuk:

  • Bekerja atau belajar

  • Istirahat dan tidur cukup

  • Aktivitas menyenangkan (hobi, waktu bersama orang terdekat)

  • Aktivitas fisik ringan

Penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang teratur dan aktivitas fisik rutin berhubungan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi serta risiko depresi yang lebih rendah (Alvaro et al., 2017; Schuch et al., 2018).


3. Jaga koneksi dengan orang lain

Manusia adalah makhluk sosial. Dukungan dari orang lain dapat menjadi faktor pelindung penting terhadap stres dan masalah kesehatan mental (Santini et al., 2020).


Kamu bisa coba:

  • Menghubungi teman atau keluarga secara rutin, meski hanya lewat pesan singkat

  • Berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya

  • Bergabung dengan komunitas yang memiliki minat serupa

  • Merasa didengar dan dimengerti sering kali sudah sangat membantu, meski masalah belum sepenuhnya selesai.


4. Batasi paparan informasi yang membuat cemas

Di era digital, kita mudah sekali terpapar berita negatif dan informasi yang berlebihan. Paparan berita yang terlalu intens dapat meningkatkan kecemasan dan stres (Bendau et al., 2021).


Beberapa langkah yang bisa dicoba:

  • Tentukan waktu khusus untuk mengecek berita atau media sosial

  • Pilih sumber informasi yang kredibel

  • Beri jeda digital (digital detox) secara berkala, misalnya 1–2 jam tanpa gawai setiap hari

  • Dengan begitu, pikiran punya ruang untuk beristirahat.


5. Cari bantuan profesional ketika dibutuhkan

Mencari bantuan bukan berarti lemah, justru menunjukkan keberanian untuk peduli pada diri sendiri. Jika kamu mulai merasakan:

  • Sedih berkepanjangan

  • Kehilangan minat pada hal‑hal yang biasanya menyenangkan

  • Gangguan tidur atau makan yang signifikan

  • Pikiran untuk menyakiti diri sendiri

maka penting untuk berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental. Konseling psikologis, termasuk konseling online, terbukti efektif membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas hidup (Cuijpers et al., 2019; Karyotaki et al., 2021).


Kesimpulan

Menjaga kesejahteraan mental adalah proses jangka panjang, bukan tujuan yang dicapai dalam semalam. Dengan mulai dari langkah‑langkah kecil seperti mengenali emosi, menjaga rutinitas, membangun koneksi, membatasi paparan informasi negatif, dan mencari bantuan profesional bila perlu, kamu sudah menunjukkan bahwa dirimu berharga untuk diperjuangkan, lho!


Jika kamu merasa membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan dibantu menyusun langkah‑langkah yang lebih personal, sesi konseling dengan profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.


Referensi tulisan


Alvaro, P. K., Roberts, R. M., & Harris, J. K. (2017). A systematic review assessing bidirectionality between sleep disturbances, anxiety, and depression. Sleep, 40(4), zsx003. https://doi.org/10.1093/sleep/zsx003


Bendau, A., Petzold, M. B., Pyrkosch, L., Mascarell Maricic, L., Betzler, F., Rogoll, J., Große, J., Ströhle, A., & Plag, J. (2021). Associations between COVID‑19 related media consumption and symptoms of anxiety, depression and COVID‑19 related fear in the general population in Germany. European Archives of Psychiatry and Clinical Neuroscience, 271(2), 283–291. https://doi.org/10.1007/s00406-020-01171-6


Cuijpers, P., Karyotaki, E., Reijnders, M., & Purgato, M. (2019). Meta‑analyses and mega‑analyses of the effectiveness of digital health interventions for mental health. The Lancet Psychiatry, 6(6), 475–485. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(19)30096-5


Goldberg, S. B., Tucker, R. P., Greene, P. A., Davidson, R. J., Wampold, B. E., Kearney, D. J., & Simpson, T. L. (2018). Mindfulness‑based interventions for psychiatric disorders: A systematic review and meta‑analysis. Clinical Psychology Review, 59, 52–60. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2017.10.011


Gu, J., Strauss, C., Bond, R., & Cavanagh, K. (2023). How do mindfulness‑based cognitive therapy and mindfulness‑based stress reduction improve mental health and wellbeing? A systematic review and meta‑analysis of mediation studies. Clinical Psychology Review, 101, 102242. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2022.102242


Karyotaki, E., Efthimiou, O., Miguel, C., Bermpohl, F. M. G., Furukawa, T. A., Cuijpers, P., & Riper, H. (2021). Internet‑based cognitive behavioral therapy for depression: A systematic review and individual patient data network meta‑analysis. JAMA Psychiatry, 78(4), 361–371. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2020.4364


Santini, Z. I., Koyanagi, A., Tyrovolas, S., Mason, C., & Haro, J. M. (2020). The association between social relationships and depression: A systematic review. Journal of Affective Disorders, 260, 53–67. https://doi.org/10.1016/j.jad.2019.08.017


World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.


Schuch, F. B., Vancampfort, D., Firth, J., Rosenbaum, S., Ward, P. B., Silva, E. S., Hallgren, M., Ponce de Leon, A., Dunn, A. L., Deslandes, A. C., Fleck, M. P., Carvalho, A. F., & Stubbs, B. (2018). Physical activity and incident depression: A meta‑analysis of prospective cohort studies. American Journal of Psychiatry, 175(7), 631–648. https://doi.org/10.1176/appi.ajp.2018.17111194

Komentar


bottom of page