5 Tips Menjaga Kesejahteraan Mental
Halo, apa kabar? :)
Di tahun 2026 ini, penting bagi kita punya mindset bahwa menjaga kesejahteraan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kesejahteraan mental yang baik membantu kita lebih tenang, fokus, dan mampu menghadapi tantangan hidup sehari‑hari (World Health Organization, 2022).
Nah, berikut lima tips sederhana yang bisa mulai kamu terapkan di sehari-hari agar kesehatan atau kesejahteraan mental tetap terjaga!

1. Kenali dan terima emosi yang kamu rasakan
Banyak orang terbiasa menekan emosi, misalnya dengan berkata “ah, aku lebay”, “harusnya aku kuat”, atau "aku gaboleh sedih!". Padahal, mengenali dan menerima emosi adalah langkah awal untuk mengelolanya dengan sehat.
Coba luangkan beberapa menit setiap hari untuk bertanya pada diri sendiri:
“Apa yang sedang aku rasakan?”
“Di bagian tubuh mana aku merasakannya?”
Pendekatan ini sejalan dengan praktik mindfulness yang terbukti dapat menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis (Goldberg et al., 2018; Gu et al., 2023).
2. Bangun rutinitas harian yang seimbang
Rutinitas yang teratur membantu otak merasa lebih aman dan terprediksi.
Usahakan ada waktu untuk:
Bekerja atau belajar
Istirahat dan tidur cukup
Aktivitas menyenangkan (hobi, waktu bersama orang terdekat)
Aktivitas fisik ringan
Penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang teratur dan aktivitas fisik rutin berhubungan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi serta risiko depresi yang lebih rendah (Alvaro et al., 2017; Schuch et al., 2018).
3. Jaga koneksi dengan orang lain
Manusia adalah makhluk sosial. Dukungan dari orang lain dapat menjadi faktor pelindung penting terhadap stres dan masalah kesehatan mental (Santini et al., 2020).
Kamu bisa coba:
Menghubungi teman atau keluarga secara rutin, meski hanya lewat pesan singkat
Berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya
Bergabung dengan komunitas yang memiliki minat serupa
Merasa didengar dan dimengerti sering kali sudah sangat membantu, meski masalah belum sepenuhnya selesai.
4. Batasi paparan informasi yang membuat cemas
Di era digital, kita mudah sekali terpapar berita negatif dan informasi yang berlebihan. Paparan berita yang terlalu intens dapat meningkatkan kecemasan dan stres (Bendau et al., 2021).
Beberapa langkah yang bisa dicoba:
Tentukan waktu khusus untuk mengecek berita atau media sosial
Pilih sumber informasi yang kredibel
Beri jeda digital (digital detox) secara berkala, misalnya 1–2 jam tanpa gawai setiap hari
Dengan begitu, pikiran punya ruang untuk beristirahat.
5. Cari bantuan profesional ketika dibutuhkan
Mencari bantuan bukan berarti lemah, justru menunjukkan keberanian untuk peduli pada diri sendiri. Jika kamu mulai merasakan:
Sedih berkepanjangan
Kehilangan minat pada hal‑hal yang biasanya menyenangkan
Gangguan tidur atau makan yang signifikan
Pikiran untuk menyakiti diri sendiri
maka penting untuk berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental. Konseling psikologis, termasuk konseling online, terbukti efektif membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas hidup (Cuijpers et al., 2019; Karyotaki et al., 2021).
Kesimpulan
Menjaga kesejahteraan mental adalah proses jangka panjang, bukan tujuan yang dicapai dalam semalam. Dengan mulai dari langkah‑langkah kecil seperti mengenali emosi, menjaga rutinitas, membangun koneksi, membatasi paparan informasi negatif, dan mencari bantuan profesional bila perlu, kamu sudah menunjukkan bahwa dirimu berharga untuk diperjuangkan, lho!
Jika kamu merasa membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan dibantu menyusun langkah‑langkah yang lebih personal, sesi konseling dengan profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.
Referensi tulisan
Alvaro, P. K., Roberts, R. M., & Harris, J. K. (2017). A systematic review assessing bidirectionality between sleep disturbances, anxiety, and depression. Sleep, 40(4), zsx003. https://doi.org/10.1093/sleep/zsx003
Bendau, A., Petzold, M. B., Pyrkosch, L., Mascarell Maricic, L., Betzler, F., Rogoll, J., Große, J., Ströhle, A., & Plag, J. (2021). Associations between COVID‑19 related media consumption and symptoms of anxiety, depression and COVID‑19 related fear in the general population in Germany. European Archives of Psychiatry and Clinical Neuroscience, 271(2), 283–291. https://doi.org/10.1007/s00406-020-01171-6
Cuijpers, P., Karyotaki, E., Reijnders, M., & Purgato, M. (2019). Meta‑analyses and mega‑analyses of the effectiveness of digital health interventions for mental health. The Lancet Psychiatry, 6(6), 475–485. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(19)30096-5
Goldberg, S. B., Tucker, R. P., Greene, P. A., Davidson, R. J., Wampold, B. E., Kearney, D. J., & Simpson, T. L. (2018). Mindfulness‑based interventions for psychiatric disorders: A systematic review and meta‑analysis. Clinical Psychology Review, 59, 52–60. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2017.10.011
Gu, J., Strauss, C., Bond, R., & Cavanagh, K. (2023). How do mindfulness‑based cognitive therapy and mindfulness‑based stress reduction improve mental health and wellbeing? A systematic review and meta‑analysis of mediation studies. Clinical Psychology Review, 101, 102242. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2022.102242
Karyotaki, E., Efthimiou, O., Miguel, C., Bermpohl, F. M. G., Furukawa, T. A., Cuijpers, P., & Riper, H. (2021). Internet‑based cognitive behavioral therapy for depression: A systematic review and individual patient data network meta‑analysis. JAMA Psychiatry, 78(4), 361–371. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2020.4364
Santini, Z. I., Koyanagi, A., Tyrovolas, S., Mason, C., & Haro, J. M. (2020). The association between social relationships and depression: A systematic review. Journal of Affective Disorders, 260, 53–67. https://doi.org/10.1016/j.jad.2019.08.017
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.
Schuch, F. B., Vancampfort, D., Firth, J., Rosenbaum, S., Ward, P. B., Silva, E. S., Hallgren, M., Ponce de Leon, A., Dunn, A. L., Deslandes, A. C., Fleck, M. P., Carvalho, A. F., & Stubbs, B. (2018). Physical activity and incident depression: A meta‑analysis of prospective cohort studies. American Journal of Psychiatry, 175(7), 631–648. https://doi.org/10.1176/appi.ajp.2018.17111194

Komentar