Bracket Tarif Konseling
Bracket Aksesibel
Rp150.000
Untuk klien dengan pendapatan di bawah Rp3.500.000
Rp250.000
Bracket Reguler
Untuk klien dengan kapasitas finansial cukup
Rp350.000
Bracket Suportif
Untuk klien dengan kapasitas finansial lebih yang ingin membantu ketersediaan bracket aksesibel
Bracket Solidaritas
Rp450.000
Untuk klien dengan kapasitas finansial lebih besar yang ingin membantu ketersediaan bracket aksesibel
Apa yang menjadi dasar pembuatan tarif layanan saya?

Sebagai psikolog, saya memahami bahwa kondisi finansial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses seseorang terhadap bantuan profesional. Karena itu, saya ingin membuat layanan yang dapat mengakomodasi kondisi finansial yang beragam, dengan tetap menjaga kualitas dan profesionalitas layanan yang saya berikan.
Â
Tarif layanan saya tetapkan dengan mempertimbangkan beberapa hal, terutama kompetensi profesional, waktu, proses kerja, biaya supervisi dengan psikolog yang lebih berpengalaman, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan di luar sesi konseling.
Â
Dalam menentukan rentang tarif, saya juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat dengan menggunakan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebagai salah satu benchmark affordability. Tarif layanan bracket aksesibel dirancang agar tetap relatif terjangkau, dengan harga per sesi konseling tidak melebihi sekitar 10% dari penghasilan bulanan berdasarkan benchmark UMP terendah di Indonesia.

Saya percaya bahwa akses terhadap layanan psikologi merupakan sesuatu yang perlu kita usahakan bersama.
Â
Karena itu, sistem bracket dalam layanan ini tidak hanya dibuat untuk menyesuaikan tarif dengan kondisi finansial masing-masing, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi bersama. Tarif pada bracket yang lebih tinggi membantu saya menjaga keberlanjutan layanan sekaligus memberikan ruang untuk menyediakan tarif yang lebih aksesibel bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial.
Â
Dengan begitu, setiap orang dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuannya saat ini, dan secara bersama-sama membantu membuat layanan psikologi lebih mudah diakses.
Di luar sistem sliding scale, saya juga berupaya menyediakan beberapa konseling/edukasi gratis secara berkala bagi individu/institusi yang benar-benar membutuhkan namun memiliki keterbatasan finansial.